Kecil bentuknya, itulah mereka hewan
yang bernama semut. Berjalan berbaris di tembok kamar kostan ku. Seketika
terbesit di dalam pikiran apa yang mereka lakukan bersama?, disaat para manusia
sibuk dengan kegiatannya masing-masing tanpa menghiraukan manusia yang lainnya.
Ketika itupun aku teringat masa-masa SMA ku, seorang guru mengatakan manusia
adalah mahluk sosial. Mahluk sosial? Ah tidak sama sekali sepertinya untuk saat
ini, kebanyakan bersifat individualis, angkuh, egois dan tidak peduli satu sama
lain.
Dalam lamunan aku tersenyum, apakah semut yang
sebenarnya dapat dikatakan mahluk sosial?. Mereka berjalan tanpa ingin
mendahului satu sama lain, mereka membawa makanan beramai-ramai sampai pada
tempat yang dituju, mereka seperti berjabat tangan ketika berpapasan satu sama
lain. Lucu memang, tapi apa yang ku lihat seperti menyentil bahkan menampar
hati kecil ini. Sebagai manusia aku seharusnya malu kepada hewan kecil ini,
hewan yang biasa kita anggap remeh karena bentuknya yang kecil. Mereka lebih
baik bahkan jauh lebih baik dari manusia dalam hal sosial tanpa ada rasa egois
sedikitpun. Dari sini mungkin aku,kalian, atau mereka dapat belajar untuk
menjadi manusia yang mempunyai rasa peduli terhadap satu sama lain. SEMOGA.
(Rifal Rinaldi, Jatinangor 18 maret 2015)